|
Oleh Admin
|
|
Rabu, 16 Desember 2009 06:15 |
|
Amuntai dari masa ke masa...
LATAR BELAKANG Kawasan perkotaan merupakan wadah/ruang untuk mengakomodasikan kegiatan perkotaan yang selalu berkembang dengan kedinamisan-nya. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup permukiman dan perumahan, jasa dan perdagangan, perkantoran pemerintah dan swasta, industri, pendidikan dan fasilitas sosial dan umum lainnya. Seluruh kegiatan perkotaan yang berkembang secara terus menerus ini bersifat kompetitf dalam penggunaan ruang yang ada, sehingga seringkali terjadi konversi guna lahan dari satu penggunaan ke penggunaan lainnya, seperti lahan pertanian dan perkebunan menjadi permukiman dan perumahan penduduk, menjadi ruang fasilitas sosial dan umum, menjadi kawasan industri dan seterusnya akan menjadi dan menjadi.
Sementara itu, kebutuhan ruang untuk kegiatan perkotaan cenderung terus meningkat sejalan dengan perkembangan penduduk dan aktivitas-nya, pesatnya perkembangan daerah terbangun termasuk utilitas serta transportasi kota, dan sementara ketersediaan ruang kota tersebut relatif terbatas. Gejala perkembangan dan pertumbuhan kota seperti ini banyak ditemukan di kota-kota Indonesia dan salah satunya adalah Kota Watampone Kabupaten Bone.
Implikasi kondisi di atas adalah semakin banyaknya kota-kota dewasa ini (dengan tata jenjangnya) tumbuh dengan tidak teratur dan terencana, sejalan dengan semakin meningkatnya perkembangan dan pertumbuhan sosial - ekonomi penduduk kota serta adanya kendala dan limitasi fisik lahan kota yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, dalam menghadapi persoalan tersebut, maka pengelola kota (pemerintah, swasta dan masyarakat) dapat bertindak lebih arif dan bijaksana dalam memandang serta merencanakan suatu kota secara komprehensif dan terpadu.

|
|
Terakhir Update pada Rabu, 16 Desember 2009 06:44 |